simulator · dari Jebakan KPR

Simulator KPR vs Sewa + Investasi

Narasi "lebih baik bayar cicilan sendiri daripada bayar sewa orang" sering keliru secara matematis di kota besar Indonesia. Tool ini memberi kamu angkanya, bukan sentimennya.

Cara pakai

  1. Masukkan harga rumah, DP, tenor, bunga fixed + floating.
  2. Masukkan biaya sewa per tahun untuk rumah setara.
  3. Masukkan return investasi tahunan (deposito 4%, saham 8-12%, reksa dana 6-10%).

Rumus di balik layar

Jalur A (KPR): total keluar = DP + cicilan 20 tahun + biaya transaksi + pajak tahunan + maintenance. Jalur B (sewa+invest): DP + selisih (cicilan − sewa) diinvestasikan tiap bulan, compounded. Bandingkan net worth di tahun 20.

Contoh kasus

Rumah Rp500jt, sewa Rp36jt/tahun, investasi 7%. Jalur A: total keluar Rp1,1M, punya aset rumah (nilai pasar Rp1-1,5M tergantung apresiasi). Jalur B: DP Rp100jt + Rp1-2jt/bulan invest 20 tahun, final portfolio Rp600-900jt, tapi tidak punya rumah.

Yang tidak dihitung di sini

Simulator ini tidak memperhitungkan: (a) apresiasi rumah yang sangat kota-spesifik, (b) biaya renovasi dan furnitur, (c) mobilitas — sewa memberi fleksibilitas pindah kerja/kota. Buku membahas mana yang relevan di kota kamu.

FAQ

Apakah ini anti-KPR?

Tidak. Ini anti-buta-data. Untuk sebagian orang KPR masuk akal, untuk sebagian lain tidak. Tool hanya menunjukkan matematikanya.

Bagaimana kalau harga rumah naik 10% per tahun?

Tool ini pakai asumsi konservatif. Kalau kamu yakin apresiasi kota kamu 10%/tahun, ubah parameter dan bandingkan lagi. Tapi hati-hati: harga properti Indonesia bukan linear.

Sewa yang dipakai untuk asumsi itu realistis?

Cek listing sewa di Jabodetabek: rumah setara biasanya 5-8% dari harga jual per tahun. Tool memakai default 7,2%, kamu bisa ubah.