simulator · dari Jebakan Paylater
Simulator Paylater vs Nabung Dulu
Keputusan paylater bukan soal barang, tapi soal waktu. Tool ini menghitung biaya menunda dan biaya bergerak sekarang, lalu menampilkan selisihnya.
Cara pakai
- Masukkan harga barang yang ingin kamu beli.
- Pilih platform paylater + tenor.
- Masukkan jumlah yang bisa kamu sisihkan per bulan untuk nabung.
Rumus di balik layar
Jalur A (paylater): total bayar = pokok + bunga flat × tenor. Jalur B (nabung): bulan nabung = harga / sisihan bulanan; total bayar = harga barang (tanpa bunga).
Contoh kasus
Barang Rp3.000.000, sisihan Rp500.000/bulan. Jalur A (SPayLater 12 bulan): bayar Rp4.062.000, pegang barang sekarang. Jalur B: nabung 6 bulan, bayar Rp3.000.000, pegang barang 6 bulan kemudian. Selisih: Rp1.062.000 untuk mendapat barang 6 bulan lebih awal.
Yang tidak dihitung di sini
Tool ini belum memperhitungkan inflasi harga barang selama kamu menabung, atau nilai opportunity cost dari uang yang tidak diinvestasikan. Buku membahas kapan "pakai paylater" masuk akal secara matematis.
FAQ
Kapan paylater lebih masuk akal?
Untuk barang produktif (laptop kerja, alat bisnis) yang menghasilkan uang lebih cepat dari biaya bunganya. Untuk barang konsumtif, hampir tidak pernah.
Bagaimana kalau harganya diskon besar?
Hitung: apakah selisih diskon lebih besar dari total bunga paylater? Kalau tidak, diskonnya bukan diskon.
Apakah nabung 6 bulan realistis?
Tergantung gaya hidup. Tool ini memakai angka sisihan yang kamu isi sendiri. Kalau sisihan = 0, paylater selalu "menang", tapi masalahnya bukan paylater.